‘’Ini simulasi kebakaran. Tujuannya untuk memberikan pemahaman dan pelatihan kepada ibu-ibu Dharma Wanita agar mereka tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegah dan menangani kebakaran. Khususnya api yang keluar dari kompor dan tabung elpiji,’’ kata Kasatpol PP dan Damkar Kota Madiun Sunardi Nurcahyo, Rabu (9/11).
Sunardi mejelaskan, simulasi sekaligus pelatihan pencegahan dan penanganan kebakaran perlu diberikan seiring maraknya peristiwa kebakaran di Kota Madiun belakangan ini.
Apalagi, tidak sedikit yang dipicu faktor human error dalam pemakaian kompor gas. ‘’Dari 64 kasus kebakaran, ada 30-an yang disebabkan kelalaian saat menggunakan kompor,’’ ungkapnya.
Simulasi itu, lanjut dia, sekaligus untuk mengikis stigma masyarakat yang takut dan panik ketika muncul api pada tabung elpiji. ‘’Memang berbahaya. Jadi, perlu penanganan yang tepat dan benar,’’ tutur Sunardi. ‘’Kami berusaha memberikan pemahaman bahwa api itu bisa dikendalikan,’’ imbuhnya.
Sementara, seiring memasuki musim penghujan, Sunardi mengingatkan warga agar rajin memeriksa instalasi listrik di rumah. Juga tidak menggunakan steker pada stop kontak secara berlebihan. ‘’Semua potensi kebakaran harus diwaspadai,’’ tegasnya. (ggi/isd) Editor : Hengky Ristanto