.......
Dalam lawatannya ke ibu kota Korsel tersebut Maidi mengikuti workshop di Smart Seoul Exhibition Hall. Semua transformasi Kota Seoul serta kemajuan teknologi yang berbasis smart city dipamerkan di tempat itu. ‘’Saya belajar banyak di sini,’’ kata Maidi saat dihubungi Jawa Pos Radar Madiun.
Menurut Maidi, Seoul patut dijadikan kiblat smart city. Salah satunya melalui digitalisasi berbagai hal untuk menunjang pembangunan daerah setempat. Pun, sejumlah sudut kota dengan luas 605,2 kilometer persegi itu dapat terpantau lewat peranti monitor besar di Smart Seoul Exhibition Hall.
‘’Semua dipaparkan dalam workshop smart city center. Apa yang baik di sini dapat dicontoh dan diaplikasikan di Kota Madiun,’’ tuturnya.
Seoul, lanjut Maidi, merupakan pusat bisnis, keuangan, perusahaan multinasional, dan organisasi global. Tak heran jika di kota itu banyak gedung pencakar langit dan pusat perbelanjaan.
Kota dengan populasi 9.776 juta jiwa -hasil pendataan 2017- tersebut juga menjadi surga bagi para pecinta kuliner khas Korea. ‘’Kawasannya sangat bersih. Infrastruktur dan gedung tertata rapi. Seoul benar-benar smart city,’’ sebutnya.
Maidi menyebutkan, setidaknya ada satu ide dari Seoul yang bakal direalisasikan di Kota Madiun. Yakni, sarana wisata edukasi Waterworks Museum. Di sana dipajang peralatan hingga pipa air bersejarah. Selain itu, dilengkapi narasi untuk menggambarkan benda yang dimuseumkan tersebut. Mulai tahun pembuatan, fungsi, hingga cara kerjanya.
Menurut dia, keberadaan Waterworks Museum bisa diadopsi untuk PDAM Tirta Taman sari yang notabene memiliki instalasi pipa peninggalan Belanda yang hingga saat ini masih berfungsi dengan baik. ‘’Nanti dibangun semacam museum untuk edukasi para generasi muda,’’ ungkap Maidi.
‘’PDAM Tirta Taman Sari sudah cukup tua. Bersamaan dengan kesuksesannya, sudah sepantasnya dibuatkan museum. Nanti memamerkan semua alat dan pipa dari tahun ke tahun hingga saat ini,’’ imbuhnya.
Sekadar diketahui, kunjungan Maidi ke Korsel untuk mengikuti studi banding implementasi kota cerdas yang diprakarsai Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Sejumlah kepala daerah lain di Jatim pun turut serta. Di antaranya, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. (bersambung/ggi/isd) Editor : Hengky Ristanto