‘’Saat ini kami fokus pada pemeliharaan pintu air itu,’’ kata Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Suyanto, Rabu (9/11).
Banjir yang kerap terjadi di wilayah Kelurahan Nambangan Lor, Nambangan Kidul, dan Pandean pada musim penghujan lalu menjadi atensi. Pengaturan pintu air yang dikelola intens diharapkan mampu mengatasi tingginya volume air.
‘’Kami lakukan perawatan terkait mesin ulirnya. Kami cek pengelolaannya. Sejauh ini fungsinya sangat membantu kelancaran air ke Bengawan Madiun,’’ ujarnya.
Suyanto mengklaim aliran air lebih lancar sejak adanya pintu air yang dibangun Juli lalu itu. Kecepatan air mencapai 100 persen dibanding sebelumnya. Pelebaran hingga dua meter itu berdampak pada kelancaran aliran air. ‘’Pemeliharaan akan dilakukan rekanan selama satu tahun,’’ jelasnya.
Setelah itu akan diserahkan ke dinas terkait. Pun, selama proses pemeliharaan tidak ditemukan kendala signifikan. Pemeliharaan rutin akan disamakan dengan pompa air seperti di Jalan Pandan dan Kaswari.
‘’Pemeliharaan dan pengecekan rutin setiap hari. Saat ini di dua pompa air tersebut kami siagakan petugas operasional yang standby 24 jam untuk mengantisipasi banjir,’’ ungkapnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto