Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemkot Madiun Atur Langkah Antisipasi Cuaca Ekstrem 

Hengky Ristanto • Minggu, 13 November 2022 | 23:14 WIB
SELALU SIAGA: Wali Kota Madiun Maidi bersama TNI-Polri Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi di Taman Lalu Lintas Bantaran, beberapa waktu lalu. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
SELALU SIAGA: Wali Kota Madiun Maidi bersama TNI-Polri Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi di Taman Lalu Lintas Bantaran, beberapa waktu lalu. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Cuaca ekstrem acap terjadi belakangan ini hampir di seluruh wilayah Jawa Timur. Tak terkecuali di Kota Madiun. Bahkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda, Surabaya telah merilis warning terkait potensi bencana hidrometeorologi.

Prakiraan cuaca itu disikapi serius Pemkot Madiun. Sederet langkah penanggulangan dan penanganan bencana alam mulai disiapkan.

‘’Bencana datangnya tidak dapat diprediksi. Karena itu, kita harus waspada. Semua yang dibutuhkan dalam penanggulangan bencana seyogianya mulai disiapkan sekarang,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi kemarin.

Sebanyak 300 personel gabungan tim siaga hidrometeorologi dari pemkot dan TNI-Polri serta relawan Tagana disiagakan. Seluruh peralatan, mulai perahu karet hingga kendaraan berat disiapkan.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun juga menebang pohon yang berisiko tumbang diterjang angin dan hujan lebat. ‘’Jangan sampai saat sudah kejadian baru bertindak. Langkah-langkah antisipasi risiko perlu dilakukan sedari dini,’’ tegasnya.

Tim gabungan, lanjut dia, juga bakal melakukan evaluasi dan rapat koordinasi (rakor) berkala selama periode atau masa pancaroba, peralihan musim kemarau ke musim penghujan saat ini.

Hasilnya bakal disosialisasikan ke masyarakat dalam bentuk peringatan dan kewaspadaan potensi bencana di lingkungan masing-masing. Upaya ini penting untuk meminimalisasi risiko jatuhnya korban jiwa jika bencana benar-benar terjadi di kota ini.

‘’Kami mendirikan dua posko di wilayah rawan bencana. Khususnya banjir,’’ sebutnya.
Masing-masing ditempatkan di Taman Lalu Lintas Bantaran, Manguharjo dan kawasan Embung Pilangbango, Kartoharjo. Kedua lokasi tersebut dinilai berpotensi atau rawan banjir kiriman dari daerah tetangga. Mulai dari kawasan Gunung Wilis dan Bengawan Madiun yang berisiko meluap. ‘’Semoga tidak terjadi bencana di kota kita,’’ harapnya.

Maidi mengimbau masyarakat membantu penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, membersihkan saluran irigasi atau sungai. Pun, aktif melapor jika ada pohon lapuk yang berpotensi tumbang ke disperkim maupun BPBD setempat. ‘’Semua selalu waspada terhadap dampak bencana hidrometeorologi ini,’’ ajaknya.

Pemkot telah memtakan wilayah yang berisiko atau memiliki tingkat kerawanan tinggi mengalami bencana. Wilayah itu meliputi Kelurahan Tawangrejo, Kelun, Rejomulyo dan Pilangbango.

Terutama jika wilayah dataran tinggi atau kawasan Gunung Wilis, Kabupaten Madiun, terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Sehingga, banjir kiriman rawan terjadi. ‘’Terutama bencana banjir. Wilayah utara memiliki tingkat kerawanan tinggi dibanding lainnya,’’ ungkapnya.

Angin puting beliung serta pohon tumbang juga mengintai kawasan perkotaan. Mengantisipasi itu, 50 personel BPBD disiagakan. Sebanyak 40 orang merupakan tim reaksi cepat (TRC) dan sisanya teknisi. Seluruhnya bakal bertugas 24 jam. Dibagi empat regu dengan tiga sif. Peralatan dan kendaraan penanggulangan serta penanganan bencana pun telah disiapkan. ‘’Personel standby 24 jam. Insya Allah seluruhnya siap,’’ ujarnya.

Meski siap tatkala terjadi bencana, pihaknya meminta masyarakat selalu waspada. Khususnya, dalam menjaga kebersihan selokan atau drainase dari tumpukan sampah. ‘’Ada baiknya selokan dibersihkan berkala agar aliran air tidak tersumbat hingga menimbulkan luapan atau banjir,’’ pungkasnya. (ggi/prog/fin) Editor : Hengky Ristanto
#TNI/Polri #Disperkim #cuaca ekstrem #antisipasi bencana #bmkg #penanganan bencana #Pemkot Madiun