‘’Tinggal menyempurnakan peron dengan membrannya. Pengunjung yang tidak kebagian tempat makan di dalam gerbong bisa makan di peron,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Minggu (13/11).
Maidi menyebutkan, proyek di kawasan bekas rel KA Madiun-Ponorogo ini terus dikebut. Peron ala stasiun difungsikan untuk fasilitas meja-kursi kuliner. Panjangnya 22 meter dengan lebar empat meter. Sedangkan ketinggian disesuaikan pintu gerbong KA statis yang telah terpasang.
‘’Progres sudah sekitar 53 persen. Itu lebih cepat dari rencana karena memang harus segera selesai,’’ ujarnya.
Pemkot, lanjut Maidi, berencana membangun lima unit peron di kawasan tersebut. Hanya, tahun ini baru direalisasikan satu unit lantaran keterbatasan anggaran. Pun, proyek senilai Rp 199 juta itu dibiayai dari Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2022 yang baru digedok. ‘’Sisanya dikerjakan tahun depan,’’ ujarnya.
Selain itu, pemkot juga bakal action menata lahan parkir kawasan tersebut mulai awal tahun depan. Lokasinya di seputar alun-alun. Pemkot telah mengalokasikan anggaran untuk organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna merealisasikan rencana tersebut. ‘’Masih kurang tempat parkir. Saya minta segera dikerjakan,’’ sambungnya.
Dia menambahkan, selain peron dari dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR), kawasan Bogowonto juga disempurnakan dinas perumahan dan kawasan permukiman (disperkim) dengan memasang decoration lighting, lampu klasik, serta penanaman pohon peneduh dan tanaman hias.
Sementara, pemasangan kursi besi cor dan pembangunan kamar mandi permanen juga segera dikerjakan. ‘’Saya ingin semua lengkap dan bagus, tidak setengah-setengah,’’ jelasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto