‘’Konsepnya menyesuaikan ikon Kota Madiun,’’ kata Gatot Gunawan, koordinator tim kreatif dinas lingkungan hidup (DLH) setempat, Minggu (13/11).
Selain mempercantik kawasan, lanjut dia, mural juga sebagai media edukasi. Sebab, mural di sejumlah titik mengusung tema yang berbeda-beda. Gambar yang catnya sudah kusam akan dipoles ulang dengan menambah sedikit nuansa baru di dalamnya. Seperti halnya di Jalan Citandui dan Jalan H.A. Salim.
Menurut Gatot, muralisasi juga untuk mencegah aksi vandalisme. Pemantauan dilakukan setiap hari. Jika ditemukan coretan liar di tembok kosong maupun yang sudah bergambar langsung dicat ulang. Atau segera menutup coretan dengan mural baru.
‘’Sejauh ini kami terus berupaya mencegah vandalisme. Pun, PR (pekerjaan rumah) kami masih banyak untuk mengisi tembok kosong di beberapa sudut kota yang belum tersentuh,’’ ungkapnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto