‘’Kualitas di sana (Myeongdong, Korsel, Red) bagus. Mulai kedisiplinan pelaku usaha hingga kualitas makanan dan minumannya,’’ ujar Maidi, Senin (14/11).
Oleh-oleh itu disampaikan Maidi dalam acara pembinaan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sektor kuliner di Ngrowo Bening Edupark. Ratusan pelaku usaha di kota ini mulai dibina.
Menurut Maidi, perubahan pesat sektor kuliner harus dikejar pelaku UMKM. Agar pelaku usaha lokal mampu bersaing yang saat ini kian kompetitif.
Pun, mampu memenuhi tuntutan pasar yang tinggi. Sehingga, perkembangan sektor kuliner di Kota Madiun tidak stagnan. UMKM, pinta Maidi, harus bisa mengikuti perubahan. Pun, pemkot bakal ikut mengubah. Hingga UMKM di kota ini terus berkembang. ‘’Banyak yang bisa ditiru di Korsel. Termasuk perkembangan usaha kulinernya yang luar biasa,’’ ujarnya.
Apalagi, lanjut Maidi, Kota Madiun merupakan kota jasa. Pun UMKM diyakini dapat menjadi penggerak roda perekonomian kota ini. Muaranya, Kota Pendekar bakal semakin dikenal masyarakat luas. Baik wisatawan lokal maupun mancanegara.
‘’UMKM itu usaha maju kita mendunia. Semakin maju semakin kompetitif dan harus tahan banting,’’ sebutnya.
Maidi menyebutkan, ada sekitar 750 pelaku UMKM kuliner memiliki nomor induk berusaha (NIB) yang patut untuk dibina pemkot.
Rencananya, koordinator dari masing-masing klasifikasi usaha bakal diboyong studi banding ke kota yang patut menjadi percontohan. Baik dari sisi permodalan, kualitas, packaging produk, hingga pemasaran. ‘’Fasilitas tempat sudah kami cukupi,’’ ungkapnya.
Terbaru, Maidi mulai mengonsep wisata kuliner di kawasan simpang lima Tugu Pendekar. Tepatnya di sepanjang Jalan Rimba Darma yang kini terus dipoles. Semua produk makanan-minuman bakal tersaji di lokasi tersebut. Sehingga, pengunjung tidak bakal sulit mencari kuliner di kota ini.
‘’Insya Allah grand design kawasan simpang lima Tugu Pendekar diselesaikan tahun ini,’’ harapnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto