Satu penghargaan diterimakan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Surabaya Senin lalu (14/11). Lima kali berturut sejak 2017, Pemkot Madiun meraih predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP).
‘’Alhamdulillah. Hasil yang baik ini harus dipertahankan dan ditingkatkan. Ini komitmen Pemkot Madiun,’’ kata Maidi usai menerima penghargaan.
Penghargaan kali kelima ini berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun anggaran 2021 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. ‘’Prestasi ini hasil kerja keras seluruh jajaran pemkot serta dukungan masyarakat Kota Madiun,’’ tegasnya.
Tak hanya itu, Kota Madiun tercatat sebagai daerah pertama di Indonesia yang menerima laporan hasil pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) tahun anggaran 2021 dari BPK Perwakilan Provinsi Jawa Timur. Juga, paling awal menyerahkan LKPD tahun anggaran 2021 ke BPK pada 5 Januari lalu.
‘’Kota kita sudah on the track. Sudah kewajiban saya menjalankan (menyerahkan LKPD tahun anggaran 2021, Red) sesuai jadwal,’’ tuturnya.
Hasil pemeriksaan laporan keuangan itu dengan predikat sangat memuaskan itu semakin memotivasi pemkot untuk menjalankan fungsi pemerintahan dengan baik. Yakni, menyelenggarakan tata kelola pemerintahan yang menjujung prinsip akuntabel, transparan, kerja efektif, dan efisien.
Maidi meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) melaksanakan program serta kegiatan yang telah dianggarkan dengan sebaik-baiknya. Khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. ‘’Sejauh ini kinerja seluruh OPD luar biasa. Harus dipertahankan dan ditingkatkan,’’ tegasnya.
Besoknya (15/11), Pemkot Madiun kembali menerima penghargaan empat sekaligus dalam puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional 2022 di Banyuwangi. Yakni, Kota Sehat, Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Lima Pilar, Capaian Imunisasi Tambahan Measles and Rubela (MR) serta Universal Health Coverage (UHC).
Pemkot Madiun berhasil menorehkan penghargaan terbanyak di antara daerah-daerah lain di Jawa Timur. ‘’Raihan penghargaan ini tak lepas dari kerja keras seluruh pihak termasuk dukungan dari warga kota. Saya ucapkan terima kasih,’’ katanya.
Maidi menjelaskan, kota yang dinakhodainya ini meraih penghargaan Kota Sehat karena dinilai memiliki standar kesehatan dan lingkungan yang baik. Hal itu linier dengan upaya pemkot dalam mengedukasi kepada masyarakat agar berperilaku higienis dan saniter melalui program STBM.
‘’Ini jadi modal awal pemkot untuk menyongsong penilaian Swasti Saba Wistara tingkat nasional tahun depan,’’ tuturnya.
Capaian imunisasi MR di Kota Madiun juga mengesankan. Yakni, 105,93 persen. Presentasenya berhasil melampaui angka minimal 95 persen. Capaian itu menempatkan Kota Pendekar sebagai empat besar tertinggi se-Jawa Timur.
Kota Madiun juga menyabet UHC lantaran cakupan program jaminan kesehatan warganya telah menyentuh 98 persen. Capaian itu telah melebihi batas minimal 95 persen. Artinya, nyaris seluruh warga tercover program jaminan kesehatan. Baik mandiri maupun dibiayai pemkot. ‘’Kita patut bersyukur dan berbangga atas capaian ini. Semua ini semata demi kesejahteraan warga,’’ ujarnya.
Panen penghargaan ini menjadi pelecut semangat bagi pemkot untuk terus meningkatkan kinerjanya. Sebab, lanjut Maidi, masih ada sejumlah program yang perlu diperbaiki.
Kamis (17/11), Kota Madiun juga memperoleh penghargaan dari Indonesia Smartnation Award 2022. Dinobatkan sebagai Inovasi Smart Branding Terbaik Kategori Kota. ‘’Mari tingkatkan semangat untuk menjalankan dan mendukung pembangunan kota kita,’’ sebutnya.
Total 148 penghargaan yang berhasil dikoleksi Pemkot Madiun sepanjang kepemimpinan Wali Kota Maidi selama ini. ‘’Pembangunan dan penataan kota harus berkesinambungan. Kami akan berusaha berinovasi untuk membangun kota kita menjadi smart city,’’ pungkasnya. (ggi/prog/fin) Editor : Hengky Ristanto