‘’Ada 16 titik pekerjaan meliputi peningkatan bangunan pelengkap. Progres rata-rata sudah menyentuh 75 persen,’’ kata Kabid Bina Marga DPUPR Kota Madiun Thariq Megah, Sabtu (19/11).
Belasan pekerjaan itu berada di kawasan Jalan Bogowonto, Urip Sumoharjo, Doho, Sedoro, Ahmad Yani, Kapuas Timur, dan Merpati. Pun, di Jalan Imam Bonjol, Taman Bunderan, Sulawesi, Puspowarno, Sumbawa, Kalimantan, H.O.S. Cokroaminoto, Kalimosodo, dan kawasan Proliman Pasar Kawak.
Setiap titik pekerjaan menelan anggaran sekitar Rp 200 juta. Semua dibiayai Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2022 yang digedok beberapa waktu lalu.
‘’Khusus di kawasan Jalan Bogowonto kami ada penambahan pekerjaan area parkir di Jalan Nori. Kurang lebih hasilnya seperti area parkir di Jalan Perintis Kemerdekaan,’’ ujarnya.
Tampilannya diseragamkan dengan trotoar yang sebelumnya sudah dibangun. Namun, kali ini tidak ada pelebaran trotoar. Hanya peningkatan bangunan pelengkap atau perbaikan. Pun tidak meninggalkan konsep ramah disabilitas dengan guiding block atau ubin berstektur untuk memandu pejalan kaki tunanetra. ‘’Termasuk akses yang memudahkan pengguna kursi roda,’’ ungkapnya.
Selain totoar, DPUPR juga tengah mengebut pekerjaan belasan paket proyek pemeliharaan dan pelebaran jalan. Pemeliharaan meliputi pengecoran dan pengaspalan ulang.
Paket proyek tersebut menyasar sebelas ruas jalan. Di antaranya, Jalan Larasati, Pengging, Kresno, Maskumambang, Demak, Semendung, serta Gembili. Sedangkan proyek pelebaran menyasar enam ruas jalan. Antara lain, Jalan Candi Sewu, Nori, dan Kelun Raya. ‘’Semua pekerjaan ini juga dibiayai PAK 2022,’’ jelasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto