Kini, Wali Kota Madiun Maidi membuka seleksi untuk mengisi jabatan di bank pelat merah milik pemkot tersebut. ‘’Sudah ada tiga calon yang mendaftar. Pengisian kami buka untuk siapa pun asalkan memenuhi sejumlah kriteria khusus,’’ kata Maidi, Senin (21/11).
Kendati seleksi terbuka, lanjut Maidi, bukan berarti kursi dirut BPR bisa diduduki sembarang orang. Artinya, harus diisi calon yang berkompeten dalam bidang keuangan dan perbankan. Pun, wajib mengantongi sertifikat dari otoritas jasa keuangan (OJK).
‘’Kalau tidak memenuhi kriteria tersebut, tidak bisa. Karena menjadi dirut BPR bukan hal yang mudah. Harus benar-benar ahlinya,’’ ujar wali kota.
Pihaknya bakal segera mengumumkan dirut BPR baru dalam satu hingga dua pekan ke depan. Namun, siapa calon kuatnya, dia belum dapat berbicara banyak. Dia memberi sinyal, calon kuat merupakan orang yang benar-benar memiliki kualitas dan teruji kemampuannya.
‘’Siapa saja bisa jadi dirut. Kepala OPD (organisasi perangkat daerah) juga bisa. Yang penting memenuhi syarat,’’ sebutnya.
Dia menambahkan, seleksi dirut dibuka setelah dewan pengawas (dewas) BPR terlebih dahulu terpilih hingga kursinya kini sudah terisi penuh. Sebelumnya, mereka juga menjalani seleksi ketat dengan sejumlah persyaratan. Sebab, tugas mereka juga tak kalah penting. ‘’Dewas sudah. Tinggal menunggu dirutnya,’’ ungkapnya.
Sekadar diketahui, siapa pun yang bakal menjadi dirut BPR harus tahan banting. Sebab, pejabat sebelumnya masih meninggalkan sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan. Antara lain terkait nonperforming load (NPL) alias kredit macet. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto