‘’Tahun ini ada pemeliharaan 106 jembatan. Salah satunya, jembatan Manguharjo,’’ kata Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Thariq Megah, Selasa (22/11).
Pemeliharaan infrastruktur dilakukan bertahap setiap tahun. Menyasar jembatan yang rusak, dan atau pudar catnya. Pemeliharaan rutin meliputi trotoar, tembok dan pagar jembatan.
Ditargetkan semua selesai awal Desember. ‘’Yang kelihatan jelek sesegera mungkin kami cat. Pun, trotoar yang rusak kami perbaiki,’’ ujarnya.
Menurut dia, anggaran pemeliharaan rutin dialokasikan untuk masing-masing lecamatan. Per kecamatan Rp 200 juta dari pos pemeliharaan jalan, jembatan dan trotoar di DPUPR.
‘’Kami punya tim inspeksi jalan dan jembatan untuk meninjau insfrastruktur yang perlu diperbaiki. Pun, mengharapkan laporan masyarakat sekitar jika ada kerusakan,’’ sebutnya.
Pengecatan jembatan agar terlihat bersih dan terawat. Warna hitam dan kuning dipilih karena terlihat jelas sekaligus menjadi rambu peringatan bagi warga yang melintas.
‘’Dengan pengecatan ulang jembatan, selain dapat bertahan lama juga lebih bersih dan terang hingga aman dilintasi masyarakat dan pengendara,’’ jelasnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto