‘’Masing-masing kelurahan menerima 300 bibit,’’ kata sub koordinator ketersediaan dan pengelolaan kemandirian pangan DKPP Victorianus BPW kepada Jawa Pos Radar Madiun, Rabu (23/11).
Victor –sapaan akrab Victorianus BPW- mengungkapkan bahwa pembagian bibit cabai itu bagian dari upaya mewujudkan kemandirian pangan di Kota Madiun. ‘’Kenapa cabai, bukan tomat, misalnya? Tomat itu sekali panen mati. Berbeda dengan cabai yang meskipun telah berbuah masih bisa tumbuh lagi. Apalagi, harga cabai sering mengalami kenaikan,’’ paparnya.
Dia menambahkan, dinasnya juga melakukan pemantauan pasokan komoditas pangan di pedagang grosir maupun eceran. Itu dilakukan untuk memastikan ketersediaannya dalam kondisi aman sehingga hargnya relatif stabil. ‘’Titik pemantauan kami Pasar Besar Madiun, Pasar Sleko, dan Pasar Srijaya,’’ sebutnya. (mg4/isd) Editor : Hengky Ristanto