Tahun ini, pemkot memasang 148 lampu berbentuk lampion di sejumlah ruas protokol. Di Panglima Sudirman (26 titik), Cokroaminoto dan H. Agus Salim (34 titik), dr. Soetomo (31 titik), Kolonel Marhadi (31 titik), Musi (7 titik). ‘’Penerangannya kami buat seragam tanpa mengurangi fungsi PJU itu sendiri,’’ tukasnya.
Pemasangan PJU bertahap. Pemkot butuh anggaran sekitar Rp 200 juta untuk pengadaan serta pemasangan PJU di tahun ini. Termasuk, perawatan berkala. Seperti di dr. Soetomo, tiang PJU lama diganti baru. ‘’Titik yang kurang terang dan kurang estetikanya, kami ganti baru,’’ ungkapnya.
Pemkot juga memoles jembatan Manguharjo. Menyusul pemasangan PJU baru di pagar jembatan yang membentang di atas Bengawan Madiun. Kali ini, jenisnya berbeda dengan PJU yang dipasang di sejumlah ruas jalan.
Setelah pengerjaan di jembatan Manguharjo selesai, lampu serupa juga bakal dipasang di Mayjend Sungkono. ‘’Ada sekitar 36 titik. Jenisnya klasik,’’ sebutnya.
Jenis penerangan yang dipasang bukan PJU biasa. Melainkan berteknologi canggih berbasis internet of thing (IoT). Di mana menyalakan serta mematikan lampu dapat dikendalikan lewat aplikasi dari ponsel milik petugas. Lampu-lampu mulai menyala pukul 17.15 hingga pukul 05.05.
‘’Pengunjung yang datang ke kota ini disuguhi keindahan baik siang maupun malam,’’ tuturnya. (ggi/prog/fin) Editor : Hengky Ristanto