Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Disparitas Harga Komoditas di Kota Madiun Masuk Lima Terendah se-Indonesia

Hengky Ristanto • Kamis, 1 Desember 2022 | 21:54 WIB
INOVASI: Warung Tekan Inflasi di Jalan Merpati, Kelurahan Nambangan Lor, Manguharjo, diserbu warga. (ANGGIYAN BAYU/JAWA POS RADAR MADIUN)
INOVASI: Warung Tekan Inflasi di Jalan Merpati, Kelurahan Nambangan Lor, Manguharjo, diserbu warga. (ANGGIYAN BAYU/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Upaya pemkot menekan laju inflasi membuahkan hasil nyata. Kota Madiun masuk lima daerah dengan disparitas harga sejumlah komoditas terendah se-Indonesia. Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) pengendalian inflasi daerah secara virtual yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).


Dalam rakor tersebut, Kemendagri sengaja membeber daerah yang mengalami inflasi tertinggi hingga deflasi. ‘’Upaya kami menekan inflasi memang luar biasa. Alhamdulillah, hasilnya bagus,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi usai rakor secara virtual di balai kota, Selasa (25/10).


Mesi begitu, Maidi mengaku enggan berpuas diri. Pun, pengendalian inflasi yang saat ini masih berjalan bakal terus dioptimalkan dengan berbagai cara. Mulai pendirian warung tekan inflasi (wartek) hingga menggerojok subsidi laba pedagang komoditas tertentu pemicu inflasi di pasar tradisional.


‘’Keuntungan kami subsidi secara tunai. Pedagang tidak akan rugi. Evaluasi sejauh ini, para pedagang secara umum cukup disiplin dalam membantu mengendalikan inflasi,’’ ujar mantan sekda Kota Madiun itu.


Komoditas yang menjadi sasaran subsidi, lanjut Maidi, di antaranya beras, minyak goreng, gula pasir, sayur, ikan, telur, dan daging ayam ras. Sebab, komoditas tersebut acap memicu kenaikan inflasi belakangan ini sehingga butuh intervensi pemerintah demi stabilitas harganya.


‘’Ketika tersentuh subsidi, komoditas-komoditas itu harganya stabil. Padahal, di daerah lain menjadi pemicu inflasi,’’ ungkapnya.


Di sisi lain, Maidi konsisten ngantor di Pasar Besar Madiun (PBM). Itu sengaja dilakukan agar bisa mengawasi langsung jalannya pemberian subsidi. Pun, pihaknya mewaspadai pergerakan ketersediaan barang.


Sebab, inflasi bukan hanya dipicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), melainkan juga stok barang di pasaran. ‘’Jika ada harga yang mulai merangkak naik, kami lakukan intervensi bagaimana agar bisa ditekan,’’ tuturnya.


Pemkot juga telah menyusun skenario kebijakan ketika pasokan barang di pasar tradisional berkurang. Yakni, memperluas jaringan distribusi ke daerah lain.


Cabai, misalnya, pemkot menjali kerja sama distribusi dengan produsen cabai di daerah lain yang selama ini biasa memasok ke Kota Madiun. ‘’Semua sudah kami pikirkan solusinya. Insya Allah inflasi di kota kita terkendali,’’ pungkasnya. (ggi/isd)

Editor : Hengky Ristanto
#Inflasi #kota madiun #tekan inflasi #Pemkot Madiun #kemendagri