Seperti yang dilakukan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) setempat di Pasar Besar Madiun (PBM), Selasa (29/11), misalnya. Mereka bergerilya menyosialisasikan mitigasi bencana gempa.
‘’Ini untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat ketika terjadi gempa bumi. Khususnya, di gedung-gedung tinggi atau bertingkat yang memiliki risiko besar,’’ kata Kalaksa BPBD Kota Madiun Jariyanto.
Pihaknya menyampaikan materi terkait penanganan gempa bumi. Mulai evakuasi mandiri hingga pertolongan pertama bagi para korban. Pun, memberikan edukasi dampak gempa bumi. ‘’Semaksimal mungkin kapasitas dan simulasi penanganan kami edukasikan ke masyarakat,’’ ujarnya.
Jika terjadi gempa, masyarakat harus segera meningalkan gedung atau menjauh dari bangunan yang berpotensi roboh. Saat hendak mengevakuasi diri sendiri atau orang lain, dilarang menggunakan elevator. ‘’Kami juga mengimbau pengelola gedung bertingkat menyediakan akses atau jalur evakuasi,’’ tuturnya.
Sejumlah hotel bertingkat juga tak luput dari sasaran sosialisasi. Pun, memahamkan pentingnya menerapkan kaidah baku dalam mendirikan bangunan atau gedung. Juga mampu mengenali lokasi bangunan berada tepat di patahan lempeng bumi atu tidak.
‘’Landasan atau pedoman perencanaan pembangunan perlu mempertimbangkan potensi bencana gempa,’’ jelasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto