Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Akhir 2023 Lepas Jabatan, Maidi Tak Mau Terbebani Pekerjaan Belum Tuntas

Hengky Ristanto • Jumat, 2 Desember 2022 | 14:46 WIB
PERCEPATAN: Wali Kota Madiun Maidi memimpin rapat monitoring dan evaluasi proyek strategis di gedung bersama, Rabu (30/11). (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
PERCEPATAN: Wali Kota Madiun Maidi memimpin rapat monitoring dan evaluasi proyek strategis di gedung bersama, Rabu (30/11). (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Rdaar Madiun – Pemkot Madiun coba mematangkan proyek strategis. Sejumlah proyek dipilah berdasar skala prioritas yang realisasinya bakal dikebut awal 2023 mendatang. Di antaranya, pengadaan laptop untuk pembelajaran siswa SD-SMP negeri, pembangunan pondok lansia, dan penataan kawasan Jalan Pahlawan.

Itu terungkap dalam rapat monitoring dan evaluasi (monev) proyek strategis, Rabu (30/11). Sederet proyek dipaparkan badan perencanaan, penelitian, dan pengembangan daerah (bappedalitbang).

‘’Desember ini semua proyek strategis sudah harus klik. Jangan sampai keteteran,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi usai memimpin rapat di gedung bersama.

Maidi meminta organisasi perangkat daerah (OPD) segera menggelar tender proyek bulan ini. Sehingga, proyek-proyek strategis on progress pada Januari atau Februari. Sebab, masa jabatannya akan usai akhir tahun depan. ‘’Tahun 2023 saya sudah lepas pekerjaan. Saya tidak mau ada beban pekerjaan yang belum tuntas,’’ ujarnya.

Khususnya pengadaan laptop, Maidi minta OPD terkait serius merealisasikan. Pun, minta pihak-pihak terkait tidak main-main lantaran menyangkut hak para pelajar. Dia mematok target laptop dapat dibagikan awal tahun depan.

‘’Tolong secepatnya. Jangan main-main. Kasihan anak-anak yang seharusnya sudah menerima laptop tapi harus mundur,’’ tegasnya.

Selain itu, Maidi juga meminta dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) segera memroses pembangunan pondok lansia. Sebab, ada ratusan lansia nonpotensial alias ngebrok yang butuh perhatian.

‘’Tahun depan pondok lansia harus bisa difungsikan. Bagaimana pun caranya. Anggaran sudah ada, kalau kurang, bisa dicarikan lagi,’’ ujarnya.

Maidi mengungkapkan, pemkot menggelontorkan duit Rp 15 miliar dari APBD 2023 untuk pembangunan pondok lansia. Perinciannya, Rp 2,5 miliar untuk pematangan lahan.

Kemudian, Rp 9 miliar pembangunan gedung pondok. Lalu, Rp 3,5 miliar untuk pembangunan masjid pondok lansia. ‘’Estimasi pekerjaan sekitar enam sampai tujuh bulan. Sehingga, awal tahun harus segera berjalan,’’ tegasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto
#rapat monev #proyek strategis #DPUPR Kota Madiun #opd #proyek pembangunan #Wali Kota Maidi #Pemkot Madiun