Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Selama November, Inflasi Kota Madiun di Bawah Jatim

Hengky Ristanto • Jumat, 2 Desember 2022 | 22:13 WIB
JUAL BELI: Aktivitas perniagaan di Pasar Pagotan merupakan salah satu penyebab meningkatnya inflasi di Kabupaten Madiun. (DOK RADAR MADIUN)
JUAL BELI: Aktivitas perniagaan di Pasar Pagotan merupakan salah satu penyebab meningkatnya inflasi di Kabupaten Madiun. (DOK RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Harga sejumlah komoditas dan tarif jasa di Kota Pendekar mengalami kenaikan sepanjang November lalu. Kondisi itu berdampak pada terjadinya inflasi. Catatan badan pusat statistik (BPS) setempat, Kota Madiun pada bulan lalu mengalami inflasi sebesar 0,18 persen.

Kepala BPS Kota Madiun Dwi Yuhenny mengatakan, besaran inflasi 0,18 persen tersebut masih di bawah angka Jawa Timur (0,32persen). Namun, melampaui angka nasional (0,09 persen). ‘’Inflasi tertinggi sepanjang tahun ini terjadi September lalu bersamaan kenaikan harga BBM,’’ ujarnya, Kamis (1/12).

Dwi menjelaskan, kelompok pengeluaran yang paling berpengaruh pada terjadinya inflasi kali ini adalah makanan, minuman, dan tembakau (0,53 persen). Disusul transportasi (0,22 persen) serta rekreasi, olahraga, dan budaya (0,13 persen). ‘’Tapi, untuk perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga malah deflasi 0,06 persen,’’ ungkapnya.

Dia memerinci, komoditas penyumbang inflasi tertinggi kali ini adalah daging ayam ras (-0,1125 persen). Kemudian, cabai rawit (0,0661 persen), tomat (0,0334 persen), telur ayam ras (0,0297 persen), dan air kemasan (0,0245 persen).

‘’Inflasi Kota Madiun November lalu kedua terendah di antara delapan daerah di Jawa Timur. Tertinggi Jember sebesar 0,81 persen,’’ pungkasnya. (mg4/isd) Editor : Hengky Ristanto
#Inflasi #kota madiun #komoditas pangan #BPS Kota Madiun