Analis kepegawaian Kementrian Agama (Kemenag) Kota Madiun M. Afif Nasrulloh mengatakan, dalam tiga tahun terakhir Kemenag pusat telah melakukan rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Namun, lanjut dia, hal itu belum mengatasi masalah defisit pegawai di instansinya.
‘’Kami dapat (pegawai baru formasi) guru itu terakhir 2019 sebanyak 16 orang saja. Sedangkan 2020 dan 2021 hanya ada tambahan satu orang staf jabatan pelaksana,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Madiun, Jumat (2/12).
Afif mengungkapkan, setiap tahun sejatinya juga ada rekrutmen tenaga honorer. Namun, jumlahnya tidak sebanding dengan pegawai yang pensiun. ‘’Paling dalam setiap tahun kami cuma bisa merekrut dua tenaga honorer,’’ sebutnya.
‘’Kami berharap ada tambahan pegawai dalam jumlah cukup. Tentunya dengan tetap mempertimbangkan kualitas SDM-nya,’’ imbuhnya. (mg4/isd) Editor : Hengky Ristanto