Sentra UMKM yang diberi nama Lapak Sedayu itu didesain berupa rumah segi lima dengan ukuran 60 meter persegi. ‘’Hampir di setiap waktu ramai,’’ ujar Lurah Winongo Wiwik Nur Hidayati.
Lokasi lapak berdekatan dengan Lapangan Winongo. Karena itu, usai berolahraga banyak warga yang berkunjung ke lapak ini untuk minum atau makan. Tak hanya itu, hampir setiap waktu Lapak Sedayu ramai disambangi warga.
Pasalnya, berbagai kegiatan warga kerap dilangsungkan di lapak tersebut. Misalnya senam lansia, pertemuan RT. Juga ada live music di setiap akhir pekan.
‘’Total ada 18 pedagang yang berjualan di Lapak Sedayu. Alhamdulillah omzet pedagang bisa mencapai Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta setiap bulan,’’ terang Wiwik.
Kuliner yang disajikan di lapak juga cukup beragam. Misalnya penyetan, juga aneka menu angkringan seperti kopi dan gorengan.
‘’Dengan adanya lapak UMKM, diharapkan menambah daftar wisata kuliner di Kota Madiun dan dapat memacu perekonomian di Winongo,’’ kata Wiwik. (tr2/naz) Editor : Hengky Ristanto