Hasilnya, sejumlah proyek dinilai masih perlu pembenahan dan mesti rampung sebelum tutup tahun. ‘’Saya sengaja monitoring dan evaluasi (monev) semua proyek karena saat ini sudah last minute kontrak,’’ kata Maidi.
Menurut dia, rata-rata semua proyek yang ditinjau hasilnya 95 persen sempurna. Sisanya, ada dua titik proyek yang kurang memuaskannya. Yakni, pekerjaan yang dianggap terburu-buru hingga hasilnya pun kurang maksimal. ‘’Ada satu dua yang kurang bagus. Perlu dibenahi kekurangannya,’’ ujarnya.
Dari dua proyek itu, lanjut Maidi, satu proyek belum rampung. Yakni, dapur umum di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Winongo.
Secara kasat mata, belum ada pengecatan atau finishing di fasilitas tersebut. Sehingga, Maidi minta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera mengebut agar segera dapat difungsikan. ‘’Masih kurang. Belum apa-apa,’’ ungkapnya.
Maidi juga menyoroti kawasan Wisma Haji Madiun. Fasilitas pelengkap, seperti pohon peneduh belum menyentuh kata cukup. Karena itu, dia minta OPD terkait segera menanam pohon peneduh agar kawasan tersebut berfungsi maksimal untuk para pengunjung. ‘’Wisma Haji harus rimbun. Terlalu panas kalau berkegiatan di luar,’’ bebernya.
Dia minta OPD terkait segera menindaklanjuti pekerjaan rumah (PR) tambahan itu. Pun, dia mematok akhir tahun ini harus tuntas semua. Sehingga, tak mengganggu program selanjutnya pada 2023 mendatang. ‘’Insya Allah sedikit kekurangan bisa segera diselesaikan sebelum akhir tahun ini,’’ harapnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto