‘’PWI Madiun bisa menjadi contoh teman-teman PWI daerah lain. Di sini tidak ada rebutan posisi ketua. Kekompakan ini patut dijadikan contoh,’’ kata Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim.
Menurut dia, kekompakan anggota PWI Madiun patut diapresiasi. Meski begitu, tetap ada catatan. Yakni, untuk menambah jumlah anggota.
Itu penting mengingat amanat dewan pers serta Undang-Undang nomor 40/1999 tentang Pers. Sehingga, para jurnalis dapat sepenuhnya memahami kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugas.
‘’Tetap menjalin kerja sama dengan stakeholder secara baik. Meski begitu, jurnalis wajib tetap kritis,’’ ujarnya.
Siswowidodo mengatakan, sejatinya ingin penyegaran atau regenerasi di tubuh PWI Madiun. Khususnya untuk jabatan ketua. Tak lain, agar kepengurusan PWI Madiun lebih dinamis. ‘’Namun, teman-teman anggota kembali menunjuk saya menjadi ketua periode 2022-2025,’’ tuturnya.
Kendati begitu, Siswowidodo menerima keputusan akalmasi tersebut. Pun, berkomitmen membawa PWI Madiun menjadi lebih baik. Yakni, tetap menaati kode etik jurnalistik serta menjaga marwah PWI.
Selain itu, juga akan menyebarkan ilmu jurnalistik kepada masyarakat luas. ‘’Prorgam ke depan melanjutkan program periode sebelumnya,’’ jelasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto