‘’Mulai dari simpang tiga Jalan Panglima Sudirman hingga Jalan Jawa,’’ kata Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Thariq Megah, Selasa (13/12).
Thariq menyebutkan, trotoar pedestrian yang bakal dibangun sepanjang 800 meter. Lebarnya bervariasi, rata-rata 3,5 meter. Dengan ketinggian sekitar 25-30 sentimeter.
‘’Konsep serta material kurang lebih sama dengan trotoar yang sudah dibangun sebelumnya. Secepatnya proyek tersebut akan ditenderkan,’’ ujarnya.
Menurut dia, dibutuhkan biaya sekitar Rp 3,5 miliar untuk merealisasikan proyek tersebut. Pun, telah dianggarkan dalam APBD 2023. ‘’Prinsipnya menyambungkan trotoar di kawasan tersebut. Insya Allah anggaran sudah ada,’’ imbuhnya.
Rencana ini telah melalui sejumlah kajian serta berbagai aspek yang mengacu penataan kota berbasis Wahana Tata Nugraha. Lebar jalan yang trotoarnya bakal ditata disebut masih layak. Alias tidak mereduksi volume jalan.
Pun, kondisi trotoar yang ada saat ini butuh perbaikan agar layak untuk pejalan kaki. Seperti yang sudah dibangun sebelumnya, trotoar baru nanti juga ramah disabilitas dan lansia. ‘’Selain itu, juga untuk menata keindahan kota,’’ ungkapnya.
Diketahui, tahun ini pemkot menyedot anggaran Rp 16,7 miliar untuk menata trotoar pedestrian di 21 lokasi. Panjang perbaikan dan pelebaran mencapai 5,4 kilometer. Di antaranya, di Jalan Taman Praja, Jalan Mayjen Sungkono, Jalan S Parman, dan Jalan Panglima Sudirman. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto