Itu terkuak dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Corporate Social Responsibility (CSR) 2022 di Hotel Aston Madiun, Rabu (14/12).
Buktinya, sumbangsih perusahaan melalui CSR nilainya mencapai miliaran rupiah. Bahkan, tahun ini nominalnya naik signifikan. ‘’Sinergitas pemkot dengan perusahaan luar biasa. Kami sangat berterima kasih,’’ ucap Wali Kota Madiun Maidi dalam rakor via zoom meeting tersebut.
Tercatat, realisasi CSR 2022 menyentuh Rp 3,95 miliar. Angka tersebut naik Rp 1,58 miliar atau 67 persen dari realisasi tahun lalu (2021). Yakni, Rp 2,37 miliar. Menurut Maidi, ini wujud kepercayaan perusahaan terhadap program pembangunan Kota Madiun.
‘’Penyaluran CSR sejalan dengan program pemkot. Sehingga, pembangunan berjalan sesuai keinginan bersama,’’ ujarnya.
Imbal baliknya, lanjut dia, akan menguntungkan perusahaan-perusahaan yang ada. Yakni, ketika kota ini ramai pengunjung dengan perputaran roda ekonomi yang cepat. ‘’Bagi pemkot, penyaluran CSR tidak melulu soal materi,’’ sambungnya.
Ide, gagasan, dan usulan terklait pembangunan juga penting. Artinya, semua kontribusi perusahaan yang memiliki nilai positif untuk pembangunan terbuka lebar di kota ini. ‘’Tidak hanya dalam bentuk materi atau uang. Dukungan lewat usulan atau masukan juga kami butuhkan,’’ ungkapnya.
Wujud nyata keberhasilan pembangunan kota, lanjut Maidi, dapat dilihat pada realisasi pendapatan daerah 2021 tertinggi ketiga nasional. Yakni, Rp 1,1 triliun atau 109,37 persen dari target.
Kemudian, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) juga mengesankan, mencapai Rp 256,9 miliar (109,27 persen dari target) pada tahun yang sama.
Pun, sejumlah capaian itu membawa Pemkot Madiun meraih penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) awal Juni lalu. ‘’Keberhasilan ini harus dijaga bersama. Insya Allah kami kejar untuk menjadi peringkat pertama,’’ tekadnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto