‘’Ini masih tahap awal. Kami lakukan pembongkaran beberapa bangunan,’’ kata Suyatno, kepala terminal setempat, Jumat (16/12).
Menurut dia, revitalisasi mengusung konsep modern. Yakni, dikonsep mirip stasiun kereta api (KA) . Terminal Purboyo kelak akan menjadi kawasan mixed use.
‘’Akan ada perkantoran lewat penyediaan working space, hotel, pusat perbelanjaan, pusat pelayanan masyarakat, integrasi antarmoda hingga lapak usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM),’’ tuturnya.
Suyatno menambahkan, revitalisasi telah direncanakan sejak November 2022. Adapun pembongkaran bangunan dilakukan bertahap.
‘’Nantinya akan dibongkar semua dan dibangun baru. Jadi, saat ini kios dengan 21 pedagang aktif masih bisa digunakan. Pun, ruang kantor terminal,’’ ujarnya.
Meski demikian, pihaknya telah menyosialisasikan pada petugas dan pedagang. Jika kios dan kantor dibongkar, untuk sementara pedagang berhenti beraktivitas. ‘’Sedangkan kantor akan kami pindah ke ruangan yang lain,’’ ungkapnya.
Suyatno menyebutkan, lahan seluas 26 ribu meter persegi akan dipangkas 15 ribu meter persegi. Sehingga, bangunan baru yang direvitalisasi sekitar 11 ribu meter persegi. Pekerjaan proyek ini ditargetkan selama 240 hari kalender atau tujuh bulan. ‘’Semoga penyelesaian lebih cepat dari target,’’ harapnya.
Selama proses revitalisasi akan dilakukan pengalihan jalur keluar bus. Dari biasanya di pintu selatan akan dialihkan di pintu utara. Atau dekat pintu masuk.
‘’Mendekati Nataru, kami hanya gunakan ruang tunggu di depan pemesanan tiket bus. Sedangkan, ruang tunggu dekat peron akan dibongkar,’’ jelasnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto