‘’Karena itu, saya akan berpatroli dan menggelar operasi pasar (OP) mulai besok (hari ini, Red.),’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Senin (19/12).
Menurut dia, langkah tersebut penting untuk mengantisipasi kenaikan inflasi. Sehingga, kondisi inflasi yang relatif stabil patut dijaga.
‘’Jangan sampai mengalami kenaikan dan menyusahkan masyarakat,’’ ujarnya usai memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama forkopimda dan stakeholder di gedung Government Chief Information Officer (GCIO).
Maidi akan gerilya memantau ketersediaan serta harga bapokting di pasar tradisional. Jika ada temuan harga yang mulai naik, organisasi perangkat daerah (OPD) diminta segera menindaklanjuti.
‘’Jauh-jauh hari ketersediaan dan harga bapokting harus dikawal. Jangan menunggu harga naik baru ditindaklanjuti,’’ tegasnya.
Pemkot juga berencana mengoptimalkan sejumlah warung tekan (wartek) inflasi. Ada enam titik wartek yang menjadi fokus pemkot. Yakni, di Kelurahan Tawangrejo, Kelun, Kanigoro, dan Sogaten.
‘’Seperti sebelumnya, wartek menyediakan bapokting murah untuk masyarakat. Sehingga, inflasi dapat dikendalikan,’’ klaimnya.
Pun, pemkot akan menggandeng stakeholder untuk membantu pengendalian inflasi. Yakni, Bulog dan PG Rejo Agung Baru. Rekanan tersebut diminta menjaga ketersediaan bapokting serta menyuplai sejumlah titik OP.
‘’Ketika ketersediaan barang tercukupi, harga akan stabil. Jangan sampai kekurangan pasokan,’’ ungkapnya.
Dia menambahkan, beban pemkot dalam mengendalikan inflasi bakal sedikit ringan. Seiring Pemprov Jawa Timur (Jatim) juga menggelar OP di dua pasar tradisional di kota ini.
Di sisi lain, Maidi mengimbau masyarakat tidak panic buying. Sebab, pemkot menjamin ketersediaan barang. ‘’Masyarakat tidak perlu bingung masalah barang kebutuhan pokok dan inflasi akan turun,’’ jelasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto