‘’Alhamdulillah semua siap. Mulai fasilitas umum, sarana-prasarana utilitas umum hingga stok bahan pangan insya Allah aman,’’ katanya.
Sepanjang rute gowes, ada 15 titik yang disidak. Di antaranya, gudang Bulog, Pasar Sleko, Pasar Besar Madiun (PBM), RSUD dr Soedono, stasiun kereta api (KA), RSUD Kota Madiun, hingga fasilitas umum (fasum) ruang terbuka hijau dan kampung tematik di sejumlah kelurahan.
Ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) menjadi fokus utama kegiatan ini. Maidi mengklaim, stok bahan pangan relatif aman atau mampu mencukupi kebutuhan masyarakat setempat. Khususnya beras di gudang Bulog.
Pun, ketersediaan di pasar tradisional. ‘’Semua aman. Upaya tekan inflasi tetap jalan. Wartek (warung tekan) inflasi masih beroperasi,’’ ujarnya.
Pemkot berencana mengoptimalkan sejumlah wartek selama momen Nataru. Fokusnya di tujuh titik. Di antaranya, di Tawangrejo, Kelun, Kanigoro, dan Sogaten. ‘’Mobil logistik bahan pangan terus keliling menyuplai. Pola seperti ini efektif menekan kenaikan harga dan inflasi,’’ ungkapnya.
Kesiapan fasilitas kesehatan (faskes), lanjut Maidi, juga tak kalah penting. Dia meminta rumah sakit (RS) pemerintah maupun swasta tetap prima melayani masyarakat selama momen Nataru. Khususnya, RSUD Kota Madiun. Dia minta RS milik Pemkot Madiun itu pantang mengendorkan pelayanan. ‘’Rumah sakit juga harus siap dan siaga,’’ tegasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto