Plt Direktur RSUD Kota Madiun dr Agus Nurwahyudi mengatakan, pengembangan unit hemodialisa itu dilakukan dengan berberapa pertimbangan. Salah satunya data koreksi yang menunjukkan antrean panjang pasien yang hendak cuci darah.
Karena itu, pengembangan ruang hemodialisis dinilai urgen. ‘’Sebelumnya, unit hemodialisa hanya mampu menampung sekitar 10 pasien cuci darah dalam satu sif. Sedangkan pasien yang antre mencapai 30 sampai 40 orang,’’ kata Agus, Kamis (22/12).
Agus menuturkan, RSUD Kota Madiun tengah menyiapkan 10 bed tambahan untuk merawat pasien cuci darah sehingga kelak total bed-nya menjadi 20. Pun, menambah alat medis sesuai kebutuhan. Termasuk tenaga medis berkompeten di bidangnya. ‘’Ada empat tenaga medis yang akan kami siapkan. Mereka segera mengikuti pelatihan,’’ ujarnya.
Meski pembangunan unit hemodialisa telah rampung tahun ini, lanjut Agus, pelayanan pasien cuci darah baru bisa dioptimalkan setidaknya awal tahun depan. Sebab, selain menunggu tenaga medis mengikuti pelatihan, pihak rumah sakit tengah menyiapkan berbagai persyaratan terkait. Mulai administrasi jaminan kesehatan hingga perizinan organisasi profesi.
Agus menambahkan, pengembangan unit hemodialisa itu semakin melengkapi layanan RSUD Kota Madiun. Sebelumnya telah ada layanan gawat darurat 24 jam non-stop, antar-rujuk pasien 24 jam, konsultasi medis intens untuk mempercepat proses penyembuhan pasien selama perawatan, serta pemberian obat sesuai resep dokter yang tepat. ‘’Kemajuan mutu pelayanan ini sesuai visi-misi RSUD Kota Madiun,’’ pungkasnya. (ggi/isd/adv) Editor : Hengky Ristanto