‘’Semua OPD (organisasi perangkat daerah) saya wanti-wanti, jangan ada yang korupsi,’’ katanya, Kamis (22/12).
Maidi meminta seluruh ASN berani menolak gratifikasi atau suap dalam bentuk apa pun. Jika kedapatan ada oknum terlibat tindakan rasuah, dia tak akan sudi melindungi. Tak terkecuali para pejabat.
‘’Kalau sampai ada korupsi, saya yang akan melaporkan. Saya tidak peduli, karena sudah melanggar aturan,’’ tegasnya.
Menurut dia, ketegasan memberantas tipikor perlu dilakukan. Sebab, tak hanya merugikan pemkot, tapi juga warga kota ini. Apalagi Kota Madiun menjadi kota yang bersih dari korupsi. Pun, terbaik se-Indonesia hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
‘’Dengan SPI tertinggi atau terbaik ini, artinya ASN jangan main-main dengan korupsi,’’ tuturnya.
Apalagi, bersih dari korupsi merupakan salah satu visi dan misinya sebagai wali kota. Yakni, mewujudkan pemerintahan yang bersih berwibawa menuju masyarakat sejahtera. Di antaranya, menciptakan good governance and clean government (pemerintahan yang baik dan bersih).
‘’Prinsipnya, roda pemerintahan harus berkiblat pada aturan. Mulai perencanaan hingga pelaksanaannya,’’ sebutnya.
Dia menambahkan, tidak ada ruang untuk rasuah di Pemkot Madiun. Baik dalam tata kelola pemerintahan maupun pelaksanaan proyek oleh rekanan. Jika tercium indikasi suap-menyuap dalam penataan jabatan, sanksi tegas bakal dijatuhkan bagi yang terlibat.
Begitu pula dengan proyek infrastruktur. Jika ada terindikasi rasuah, Maidi tidak akan memberi toleransi pada pelakunya. ‘’Kalau suap jabatan, sanksi tegas dikeluarkan. Jika ada proyek nggak beres karena terindikasi korupsi, saya minta bongkar saat itu juga,’’ ancamnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto