Itu pula alasan Pemkot Madiun membangun sejumlah spot untuk membangun kerukunan masyarakat dalam keberagaman. Tidak terkecuali Warung NKRI di Pahlawan Bussiness Center (PBC) yang di-launching Kamis malam (22/12).
‘’Ini (Warung NKRI, Red) milik bersama sebagai pengingat pentingnya persatuan,’’ ujar Wali Kota Maidi.
Pembangunan Warung NKRI bukan tanpa alasan konkret. Di Kota Madiun terdapat sedikitnya 24 etnis dan suku. Di antaranya, Arab, Tionghoa, Jawa, Madura, Sunda, Batak, Dayak, Bali, Flores, Ambon, serta Papua. ‘’Warung NKRI menjadi simbol kerukunan masyarakat sekaligus wadah usaha bersama,’’ tutur Maidi.
Upaya menumbuhkan sikap toleransi antarumat beragama, lanjut Maidi, juga telah diwujudkan dengan membangun replika rumah ibadah enam agama di Pahlawan Religi Center (PRC). ‘’Replika rumah ibadah enam agama sudah. Warung NKRI ini semakin melengkapi,’’ sebutnya.
Menurut Maidi, keberagaman harus disikapi sebagai kesempurnaan, bukan perbedaan. Semua warga Kota Madiun, kata dia, bersaudara sehingga harus saling menguatkan dan menyempurnakan.
‘’Bila ada persoalan segera dibicarakan untuk dicarikan solusinya,’’ kata Maidi. ‘’Kami berharap tidak ada konflik dan perpecahan,’’ imbuhnya.
Sekadar diketahui, Warung NKRI merupakan fasilitas pendukung kawasan PBC. Proyek senilai Rp 199 juta itu mulai dikerjakan awal Oktober dan selesai pada 30 November lalu atau memakan waktu 55 hari kalender. (ggi/isd) Editor : Hengky Ristanto