‘’Capaian ini sudah melebihi target dari pemerintah pusat,’’ kata Poedjo Soeprantio, kabid pelayanan pendaftaran penduduk dinas kependudukan dan catatan sipil (dispendukcapil) setempat, Sabtu (24/12).
Pada pengujung tahun ini, pihaknya lebih menggencarkan lagi. Di antaranya melalui layanan jemput bola. Sasarannya hingga ke sekolah-sekolah, panti asuhan dan sekolah luar biasa (SLB). ‘’Perekaman kami lakukan bertahap,’’ ujarnya.
Pihaknya juga aktif menjalin koordinasi dengan berbagai pihak. Seperti satpol PP, dinas sosial, komunitas, maupun masyarakat untuk melakukan pendataan dalam pemenuhan hak konstitusional warga. ‘’Perekaman juga dilakukan bagi kelompok disabilitas, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan jompo,’’ ungkapnya.
Pihaknya optimistis berbagai upaya yang dilakukan dalam memberikan pelayanan publik merata dan maksimal. Pun, dapat mencapai target 100 persen. ‘’Pada awal 2023 nanti kami ada program yang menyasar anak berusia 16 tahun,’’ imbuhnya.
Menurut dia, perekaman juga sebagai upaya untuk mendapatkan hak pilih warga pada Pemilu 2024. Sehingga, anak berusia 16 tahun tinggal mencetak e-KTP.
Dia berharap warga lebih sadar administrasi kependudukan (adminduk). Pun, peduli lingkungan sekitar untuk segera melaporkan ke dispendukcapil apabila ada warga ngebrok, disabilitas, dan ODGJ. ‘’Sebab, untuk melakukan perekaman door-to-door harus berdasarkan laporan warga,’’ jelasnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto