‘’Lapak-lapak UMKM siap memanjakan para pengunjung,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Minggu (25/12).
Sejumlah gerbong KA disulap bak resto mewah. Pun, tersedia fasilitas meja-kursi di peron ala stasiun. Infrastruktur fisik penunjang kawasan wisata kuliner berkonsep KA ini telah rampung. Di antaranya, saluran air, trotoar, pos pengamanan, gazebo serta pengecatan bangunan di kawasan tersebut.
Selain itu, pemasangan pernak-pernik lampu hingga penanaman pohon hias dan peneduh sudah tuntas. Sehingga, pengunjung bakal nyaman dan betah di BCC.
‘’BCC memang dinanti-nantikan masyarakat. Tapi, kami ingin meresmikan BCC dalam kondisi sudah maksimal. Artinya, pengunjung tidak kapok datang ke sini lagi,’’ ujarnya.
Maidi sengaja meresmikan BCC pada momen menjelang tahun baru ini. Sebab, diprediksi tingkat kunjungan wisatawan di Kota Madiun bakal meningkat drastis. Selain memberikan opsi wisata, juga memecah titik keramaian. Sehingga, keramaian di kota ini merata.
Imbasnya, perputaran roda perekonomian masyarakat meluas. ‘’Harus maksimal. Jangan sampai tamu di kota kita kecewa. UMKM juga bakal menerima dampak positifnya,’’ sambungnya.
Maidi juga telah menakar tingkat kunjungan ke BCC. Karena lokasinya tak jauh dari alun-alun, jumlah kendaraan diprediksi membeludak. Sehingga, disiapkan kantong parkir ribuan meter persegi. ‘’Parkir sudah siap. Lokasinya di susu selatan alun-alun. Tepat di bawah pohon trembesi yang teduh,’’ sebutnya.
Meski diresmikan hari ini, lanjut Maidi, penataan BCC belum paripurna. Rencananya, akan disempurnakan lagi tahun depan. Salah satunya proyek pembangunan gapura yang merupakan fokus pada 2023 nanti. Tujuannya, agar penataan kawasan wisata kuliner bertema KA tersebut benar-benar tuntas.
Selain itu, pembangunan area parkir di sisi selatan alun-alun bakal disempurnakan. Pun, BCC akan disempurnakan dengan penambahan empat peron ala stasiun. Sebab, rencana awal dibangun lima peron.
Sedangkan tahun ini hanya terealisasi satu peron lantaran keterbatasan anggaran. ‘’Insya Allah tahun depan semakin sempurna,’’ pungkasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto