Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ratusan Warga Kota Madiun Terjangkit DBD, Dinkes Imbau Warga Galakkan 3M Plus

Hengky Ristanto • Kamis, 29 Desember 2022 | 17:09 WIB
PENGASAPAN: Tim Dinkes PPKB dan BPBD Kota Madiun melakukan fogging di Kelurahan Patihan, Manguharjo, menyusul adanya temuan kasus DBD di wilayah tersebut. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
PENGASAPAN: Tim Dinkes PPKB dan BPBD Kota Madiun melakukan fogging di Kelurahan Patihan, Manguharjo, menyusul adanya temuan kasus DBD di wilayah tersebut. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN)
KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kasus demam berdarah dengue (DBD) semakin merangkak naik seiring intensitas hujan yang semakin tinggi pada musim penghujan kali ini. Sepanjang Desember ini, sedikitnya 11 warga Kota Madiun terjangkit penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti itu.

Terbaru, lima warga Kelurahan Patihan, Manguharjo, terjangkit DBD. Pun, dinas kesehatan, pengendalian penduduk, dan keluarga berencana (dinkes PPKB) bersama BPBD, Rabu (28/12) melakukan fogging di sekitar lokasi warga yang terjangkit.

‘’Fogging (pengasapan) dilakukan sesuai hasil penyelidikan epidemiologi. Jadi, di mana ada temuan kasus kami fogging,’’ kata Kepala Dinkes PPKB dr Denik Wuryani kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Denik menyebutkan, tren kasus DBD sejak Agustus silam sejatinya cenderung menurun. Sepanjang bulan itu hanya tercatat tujuh kasus. Kemudian, pada September turun menjadi enam dan Oktober sembilan kasus.

Bahkan, bulan lalu hanya tercatat dua warga yang terjangkit. ‘’Cuaca yang kadang hujan dan kadang tidak yang menyebabkan nyamuk berkembang biak lebih cepat,’’ ungkapnya.

Sepanjang Januari hingga kemarin, lanjut Denik, di Kota Madiun tercatat ada 209 kasus DBD. Dua pasien di antaranya meregang nyawa akibat penyakit tersebut. ‘’Dibanding tahun lalu, jumlah kasus tahun ini lebih banyak,’’ tutur Denik.

Denik memerinci, penderita DBD tahun ini mayoritas kalangan anak usia 5-14 tahun dengan 114 kasus dan dua kematian. Disusul 15-44 tahun sebanyak 71 kasus. Kemudian, 1-4 tahun (12 kasus), 45 tahun ke atas (10 kasus), dan di bawah sa tu tahun (dua kasus).

‘’Selain menerapkan 3M plus (menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, memanfaatkan kembali barang bekas, Red), jika anggota keluarganya mengalami demam segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,’’ pintanya.

Dia menambahkan, tim dinkes PPKB akan mengintensifkan pemantauan di wilayah-wilayah rawan DBD. Selain fogging di wilayah temuan kasus, program juru pemantau jentik (jumantik) yang telah berjalan bakal dioptimalkan.

‘’Upaya sudah kami lakukan. Kami berharap masyarakat menjaga kebersihan lingkungan masing-masing,’’ tuturnya. ‘’Semua wilayah di Kota Madiun berpotensi,’’ imbuhnya. (ggi/isd) Editor : Hengky Ristanto
#kasus DBD #3M #kesehatan #musim hujan #demam berdarah #fogging #dbd #Dinkes Kota Madiun #Nyamuk Aedes Aegypti