‘’Tapi, yang masih aktif ada 15,’’ kata Kabid Perikanan DKPP Herman Prakoso, Selasa (10/1).
Bersamaan tren budi daya ikan air tawar itu, lanjut Herman, produksi ikan di Kota Madiun mengalami peningkatan signifikan. Sepanjang 2022 lalu, kata dia, jenis ikan lele saja mencapai sekitar 280 ton.
‘’Selain lele, ada yang membudidayakan nila dan gurame. Tapi, kebanyakan ikan lele,’’ ungkapnya.
Menurut dia, jenis ikan lele lebih diminati lantaran bisa dipanen lebih cepat. Yakni, usia 90 hari hingga tiga bulan. Sedangkan ikan nila dan gurame harus menunggu hingga setahun baru dapat dipanen.
‘’Selama ini pembudidaya ikan di Kota Madiun mayoritas ada di Kelurahan Tawangrejo,’’ sebutnya.
Dia menambahkan, sejauh ini baru ada tiga kelompok pembudidaya ikan di Kota Madiun yang telah berbadan hukum. Pun, mereka diupayakan mendapat bantuan benih, pakan, maupun sarana dan prasarana bersumber APBD. (mg4/isd) Editor : Hengky Ristanto