Penyumbatan, lanjut dia, terjadi di bawah Jembatan Buk Malang. Berbagai jenis sampah hingga bambrongan (rumpun bambu) nyangkut. ‘’Normalisasi Kali Piring darurat untuk segera dilakukan. Khususnya mengangkat sampah dan bambrongan,’’ sambungnya.
Jika tidak, lanjut dia, berpotensi meluap kembali. Bahkan, bakal berdampak ke permukiman warga sekitar jika intensitas hujan tinggi. ‘’Kami bersama BPBD (badan penanggulangan bencana daerah) mengangkat sampah menggunakan satu unit alat berat. Selanjutnya, kami kirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) Winongo,’’ ujarnya.
Dia mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan ke sungai. Apalagi sampah dalam volume besar. Sebab, selain menyumbat aliran air, juga berpotensi merusak konstruksi saluran air. ‘’Kami minta kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah di sungai. Karena dampaknya cukup besar,’’ tuturnya.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun Sumanto menambahkan, butuh waktu sekitar lima jam luapan air benar-benar surut. Selain sampah dan bambrongan, petugas juga menemukan beberapa ekor ular di lokasi. ‘’Sudah kami evakuasi untuk dikembalikan ke habitatnya kemarin malam (17/1),’’ ungkapnya.
Pihaknya menerjunkan tujuh personel untuk membantu DPUPR. Tak butuh waktu lama untuk mengangkat sampah hingga tuntas. Sehingga, potensi banjir dapat diminimalkan jika debit air meningkat kembali. ‘’Aliran air sudah lancar. Selama tidak ada tumpukan sampah yang menyumbat aliran air tidak akan banjir,’’ pungkasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto