‘’Subsidi bapokting dimulai kembali. Progam warung tekan inflasi (wartek) start 16 Januari lalu,’’ kata Ansar Rasidi, Sabtu (20/1).
Menurut dia, upaya intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga bapokting melalui mekanisme subsidi tersebut perlu dilakukan berkelanjutan. Sebab, program tersebut juga sebagai upaya agar pedagang menjual barang sesuai harga produsen. Sehingga, daya beli masyarakat tetap terjaga.
‘’Pemkot berusaha menjamin bapokting terpenuhi meskipun harga masih cukup tinggi,’’ ujarnya.
Sementara, lanjut dia, subsidi menyasar sejumlah komoditas bahan pangan. Yakni, beras, gula, minyak goreng dan telur ayam ras. Untuk mencukupi, pihaknya menggandeng Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU) dan Bulog Madiun.
‘’Kami optimistis penyaluran subsidi kian optimal dengan menunjuk dua perusahaan tersebut sebagai distributor,’’ sambungnya.
Ansar menyebutkan, wartek dibuka di tiga titik masing-masing kecamatan. Yakni, di Jalan Merpati, kantor disdag, dan Lapak UMKM Palereman, Kelun. Sistem penyaluran masih seperti 2022 lalu. Pemilihan titik-titik itu agar lebih tepat sasaran.
‘’Insya Allah pelaksanaannya hingga Desember 2023. Kami berharap masyarakat terbantu,’’ pungkasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto