‘’Ancaman resesi global 2023 ini sudah kami antisipasi,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi, Sabtu (21/1).
Pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah. Salah satunya, penguatan potensi lokal. ‘’Ini akan menjadi tameng menghadapi resesi. Potensi tersebut antara lain, sumber daya alam, industri besar, serta industri kecil dan menengah (IKM) di kota ini,’’ ujarnya.
Menurut dia, prediksi resesi sebagai peringatan awal. Namun, dia berharap tidak terjadi. ‘’Sama halnya seperti inflasi. Kita dihadapkan dua permasalahan. Namun sejauh ini kami masih berupaya agar kebutuhan bapok terpenuhi dengan potensi harga tidak lebih tinggi dari daerah lain,’’ sambungnya.
Pihaknya berupaya mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan bapok yang lebih murah. Pun, pemkot telah menyediakan anggaran untuk program subsidi. Serta menyusun konsep antisipasi kelangkaan pangan. ‘’Kami sudah menyiapkan personel dan tempat sesuai konsep yang kami rencanakan,’’ ungkapnya.
Ansar menambahkan ada beberapa komoditas yang menjadi atensi pantauannya. Yakni, beras, minyak goreng, cabai, telur, daging ayam, bawang merah dan bawang putih.
Pun, mengupayakan suplai terpenuhi, melalui koordinasi dengan daerah sentra produksi. ‘’Kami siap koordinasi dengan beberapa pihak untuk menekan lonjakan harga,’’ pungkasnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto