‘’Masih dalam proses review desain atau konsep. Insya Allah bulan depan kami lelang,’’ kata Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Madiun Sulistya Pambudi kemarin (22/1).
Menurut Uut, sapaan akrabnya, pasar di Jalan Kutai itu memang perlu direhabilitasi. Selain kondisi sebagian bangunannya telah rusak, pasar yang berdiri di lahan seluas 1.650 meter persegi itu berada di pusat kota.
Pun, tak jauh dari objek wisata baru Bogowonto Culinary Center (BCC). ‘’Sudah waktunya perbaikan. Rehabilitasi terakhir sudah puluhan tahun lalu,’’ ujarnya.
Saat ini paket pekerjaan proyek tersebut dalam tahap persiapan lelang. Rencananya, dokumen pekerjaan bakal dikirimkan ke unit layanan pengadaan (ULP) administrasi pembangunan (adbang) sekretariat daerah setempat akhir Februari mendatang.
Setelah dikaji dan dinyatakan lengkap, segera dilelang. ‘’Target lelang rampung sekaligus mulai pekerjaan pada Maret,’’ ujarnya.
Uut menambahkan, sesuai konsep awal, fokus pekerjaan memperbaiki sebagian bangunan yang rusak. Artinya, arsitektur maupun struktur bangunan lama dipertahankan. Perubahan atau penambahan pada utilitasnya. ‘’Sementara desain atau konsep tidak jauh berubah dari bangunan lama. Tapi, tidak menutup kemungkinan berubah karena masih dalam tahap perencanaan dan kajian,’’ ungkapnya.
Dia menambahkan, pemkot menyediakan anggara sekitar Rp 2 miliar untuk proyek rehabilitasi pasar tersebut. Pun, rencananya tahun ini ditarget rampung. Kendati begitu, bukan tidak mungkin ada penambahan sejumlah utilitas lainnya secara bertahap. ‘’Untuk bangunan pasar insya Allah tahun ini bisa selesai,’’ harapnya. (ggi/sat)
Data Rehab Pasar Kawak
- Saat ini desain atau konsep dalam proses review
- Dokumen lelang dikirim ULP adbang akhir Februari
- Target selesai lelang dan mulai pekerjaan Maret
- Target rehabilitasi rampung tahun ini
- Rp 2 miliar anggaran disediakan
- 1.650 meter persegi luas lahan