Kabid Pengelolaan Pasar Rakyat Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Puguh Supradijanto menyebutkan, kenaikan pendapatan retribusi parkir juga dibukukan Pasar Sleko.
Sepanjang tahun lalu, kata dia, pasar tersebut menyumbang angka Rp 430 juta. ‘’Naik tiga kali lipat dibanding 2021. Tahun itu tercatat Rp 157 juta,’’ ujarnya kemarin (26/1).
Sementara, realisasi pendapatan retribusi parkir empat pasar lainnya relatif stabil. Pasar Srijaya sebesar Rp 65,4 juta, Pasar Sepoor Rp 12,6 juta, Pasar Logam Jaya Rp 5,1 juta, dan Pasar Kawak Rp 4,2 juta (selengkapnya lihat grafis).
‘’Seluruhnya mencapai target,’’ kata Puguh sembari menyebutkan bahwa target retribusi parkir pasar pada 2023 ini dipatok sama dengan tahun lalu.
Puguh menambahkan, setelah sukses diterapkan di Pasar Sleko, parkir one gate system (OGS) tahun ini bakal diberlakukan di Pasar Besar Madiun. Pun, sistem tersebut diyakini mampu menekan potensi kebocoran pendapatan retribusi parkir. (mg4/isd)
Realisasi Retribusi Parkir 2022
- Pasar Besar Madiun: Rp 788 juta
- Pasar Sleko: Rp 430 juta
- Pasar Srijaya: Rp 65,4 juta
- Pasar Sepoor: Rp 12,6 juta
- Pasar Logam Jaya: Rp 5,1 juta
- Pasar Kawak: Rp 4,2 juta