Di tengah lonjakan harga migor, Minyakita - migor bersubsidi - yang diluncurkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) jadi buruan konsumen. Kendati harganya pun melambung di atas harga eceran tertinggi (HET).
Sebelumnya, sesuai HET, Minyakita dibanderol Rp 14 ribu per liter. Saat ini, harga di pasaran mencapai Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu per liter. ‘’Tergantung kemasannya, ada yang botol ada yang bantal. Juga banyak Minyakita dengan kualitas berbeda-beda,’’ ungkapnya.
Hikmatun menyebutkan, ada tiga jenis Minyakita yang beredar di pasaran. Yakni, jernih, sedang, hingga kualitas kurang baik yang biasanya menyisakan endapan. Menurut dia, itu merupakan saringan terakhir dari pengolahan minyak.
‘’Harganya memang berbeda dibanding Minyakita yang jernih. Biasanya Rp 15 ribu per liter,’’ bebernya.
Sementara harga beras kualitas standar yang biasanya Rp 10 ribu per kilogram kini melonjak hingga Rp 12 ribu. Menurut dia, kenaikan harga beras bertahap. Yakni, mulai Rp 500 per kilogram setiap kenaikannya. ‘’Kenaikan harga beras itu gak pasti. Kami juga harus menyesuaikan kenaikan atau penurunan harga kulak,’’ terangnya.
Menurut Hikmatun, kenaikan harga beras Januari ini karena belum memasuki musim panen. Saat ini, yang masih sulit didapatkan beras wangi. Stok di pasaran “menghilang”. ‘’Beras wangi sulit ditemukan sejak dua minggu lalu,’’ jelasnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto