Kabid Perdagangan Disdag Kota Madiun Siti Nurzanah mengatakan, operasi pasar digear sejak Sabtu lalu (4/2) di tiga titik. Yakni, Pasar Besar Madiun (PBM), Pasar Sleko, dan Warung Tekan Inflasi (Wartek) Jalan Merpati. ‘’Operasi pasar ini dibuka untuk masyarakat umum,’’ ujarnya kemarin (6/2).
Siti menjelaskan, setiap titik operasi pasar digelontor 5 kuintal beras per hari. Komoditas tersebut, lanjut dia, dijual Rp 41.500 per kemasan 5 kilogram. ‘’Sementara fokus kami di beras karena harganya naik cukup tinggi belakangan ini,’’ sebutnya.
Dia mengungkapkan, kelak titik operasi pasar bakal ditambah untuk mengantisipasi lonjakan harga menjelang Ramadan. Bapokting yang menjadi fokus perhatian meliputi beras, minyak goreng, dan gula pasir. ‘’Dengan operasi pasar ini mudah-mudahan laju inflasi di Kota Madiun bisa terkendali,’’ harapnya.
Siti mengimbau masyarakat tidak panic buying menyikapi kenaikan harga sejumlah bapokting. Pun, pihaknya bakal terus berkoordinasi dengan badan urusan logistik (bulog) untuk memastikan ketersediaan beras aman. (ggi/isd) Editor : Hengky Ristanto