Menurut dia, progres proyek penataan saluran air Kartini tahun ini hanya menyentuh pengurukan dan pengecoran. Sebab, anggaran yang tersedia untuk paket proyek tersebut hanya Rp 1 miliar. Pun, diperkirakan tidak nutut jika dipaksakan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2023. Baik dari sisi anggaran maupun waktunya. ‘’Mungkin tahun depan finishing-nya,’’ ujarnya.
Saat ini, lanjut Suyanto, proyek pengurukan dan pengecoran di atas saluran air sebelah utara Makodim 0803/Madiun sepanjang 349 meter itu dalam tahap review perencanaan. Rencananya bakal dilelang bulan ini. Target tanda tangan kontrak dan mulai pengerjaan awal Maret mendatang. ‘’Estimasi pengerjaan sekitar lima bulan selesai,’’ sambungnya.
Meski belum tuntas 100 persen tahun ini, dia mengklaim saluran air tersebut tetap berfungsi optimal. Sebab, telah dinormalisasi dengan lebar sekitar lima meter dan kedalaman empat meter. Pun, telah dipasang bak kontrol dari saluran buangan ke saluran umum alias riol.
Selain itu, juga dipasang precast pipa beton gorong-gorong reinforced concrete pipe (RCP). Kemudian diuruk setelah seluruh material terpasang. Proyek itu menelan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar pada APBD 2022. ‘’Untuk normalisasi saluran air sudah tuntas tahun lalu,’’ ungkapnya.
Dia menambahkan, sesuai rencana, di atas saluran air Kartini bakal disulap seperti Sumber Wangi-Sumber Umis. Dibangun pedestrian dan aksesoris dengan material yang sama. Penataan tersebut, lanjut dia, untuk mereduksi kawasan kumuh. Pun, mengoneksikan Jalan Pahlawan dan Jalan Diponegoro yang linier dengan rencana sekolah kompleks (SMPN 1, 3, dan 13) kelak. ‘’Insya Allah lebih cantik tanpa mengurangi fungsinya,’’ pungkasnya. (ggi/sat)
PEKERJAAN 2022
- Optimalisasi dan normalisasi saluran air Kartini
- Saluran air dilebarkan 5 meter dan kedalaman 4 meter
- Pemasangan bak kontrol dari saluran buangan ke saluran umum (riol)
- Pemasangan precast pipa beton gorong-gorong reinforced concrete pipe (RCP)
- Proyek menelan anggaran sekitar Rp 2,5 miliar
RENCANA 2023
- Pengurukan dan pengecoran di atas saluran air Kartini
- Proyek menelan anggaran sekitar Rp 1 miliar