Menurut dia, pers menjadi salah satu garda terdepan dalam memajukan Kota Pendekar. Yakni, dengan menyampaikan informasi aktual serta terpercaya dan apa adanya. ‘’Pers merupakan penyambung lidah rakyat,’’ sebut Maidi yang saat ini tengah menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.
Tanpa pers, lanjut dia, aspirasi masyarakat tidak akan pernah sampai ke telinga pemerintah. Pun, sebaliknya. Informasi penting dari pemerintah tidak akan tersampaikan kepada masyarakat tanpa peran pers. ‘’Sampaikan apa adanya tentang Kota Madiun. Jangan takut memberikan kiritik yang membangun,’’ pintanya.
Maidi mengibaratkan pers dengan dua tangan. Sebagai tangan kiri, insan pers boleh mengkritisi pemerintah. Jika ada kebijakan yang tidak prorakyat, pers wajib mengingatkan. Sebagai tangan kanan, pers harus mampu memberi solusi untuk menyelesaikan persoalan antara pemerintah dengan rakyat.
Ketika keduanya saling berimbang, lanjut dia, hasil kemajuan pembangunan Kota Madiun akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. ‘’Silakan mengkritik dengan tangan kiri dan memberikan solusi dengan tangan kanan. Itu yang saya harapkan,’’ ungkapnya.
Dia juga meminta pers tak henti mengingatkan jika ada yang kurang dengan jalannya roda pemerintahannya. Pun, mendorong program yang masih lamban. Namun, tetap fair mengapresiasi apa pun yang telah berjalan dengan baik. ‘’Selamat Hari Pers Nasional. Pers Bebas, Demokrasi Bermartabat,’’ ucapnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto