Ide tersebut dia peroleh saat beribadah umrah belum lama ini. Selain agar para penghuni nyaman dan betah beribadah, juga mempertimbangkan nilai estetika. Pagu anggarannya sekitar Rp 3,5 miliar.
‘’Kawasan akan dilengkapi lanskap pepohonan seperti di Masjid Quba. Tapi bukan pohon kurma, melainkan buah-buahan yang mudah ditanam,’’ ujarnya.
Rencana pembangunan pondok lansia mulai berproses. Pemenang lelang sudah ada. Dengan harga penawaran dan harga terkoreksi Rp 9,4 miliar. ‘’Insya Allah akhir Februari mulai pelaksanaan pekerjaan. Karena proyek skala prioritas sengaja kami kebut di awal tahun,’’ ujarnya.
Paket proyek pondok lansia meliputi pengurukan lahan, pagar, bangunan pondok serta lanskap. Estimasi waktu pengerjaan sekitar tujuh bulan. Target rampung September mendatang. ‘’Kami optimistis rampung sesuai target,’’ yakinnya.
Pondok lansia dibangun di atas lahan seluas sekitar dua hektare di kawasan Lapak Bumi Sumendung, Klegen, Kartoharjo. Menurut dia, gedung memang sudah waktunya dibangun. Sebab, lahan dan akses ke lokasi telah disiapkan dan dirampungkan tahun lalu.
Sesuai konsep awal, pondok lansia terdiri dari dua asrama. Yakni, perempuan dan laki-laki. ‘’Pembangunan pondok lansia sebagai bentuk perhatian pemkot kepada lansia nonpotensial. Khususnya yang hidup sebatang kara,’’ jelasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto