Sebab, lanjut dia, untuk usia 15-18 tahun umumnya masih berstatus pelajar. Yakni, 287 jiwa. Sehingga, angka riil TPT di Kota Pendekar sebanyak 3.717 jiwa. Angka tersebut tercatat dari hasil pendataan door-to-door alias bukan berdasar sampel semata. ‘’Fakta angka TPT penting dalam menentukan arah kebijakan pemkot,’’ ujarnya.
Andriono tak menampik data tersebut berbeda dengan temuan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat. BPS Kota Madiun mencatat TPT sepanjang 2022 lalu 6,39 persen atau 6.188 jiwa. Angka itu turun 1,76 persen dibandingkan 2021, yakni 8,15 persen. ‘’Data sama-sama menunjukkan penurunan. Tapi, data kami turunnya jauh signifikan,’’ klaimnya.
Menurut Andriono, penurunan angka TPT merupakan buah keberhasilan pemkot dalam menarik investor ke kota ini. Pun, para pemilik usaha membuka lapangan pekerjaan di Kota Madiun. Sehingga, tenaga kerja mampu diserap usaha-usaha baru tersebut. ‘’Kami berharap TPT terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun,’’ pungkasnya. (ggi/sat)
FAKTA ANGKA 2022
- 004 jiwa TPT atau sekitar 4,36 persen versi pemkot
- 717 jiwa TPT riil setelah dikurangi status pelajar
- 188 jiwa TPT atau sekitar 6,39 persen versi BPS
- 184 jiwa selisih data TPT versi pemkot dan BPS