Kondisi tersebut dipastikan tak akan bertahan lama. Sebab, sekitar 120 lubang jalan itu telah diinventarisasi. Pun, mulai ditambal agar kembali mulus. Keberadaan ratusan lubang tersebut nyaris merata di wilayah Kota Madiun, mayoritas di jalan protokol.
Pun, ukuran diameter lubang bervariasi. Mulai kecil hingga sedang. Seluruhnya telah diidentifikasi tim inspeksi jalan DPUPR setempat. ‘’Kami survei rutin. Jalan yang berlubang kami tandai untuk selanjutnya ditambal,’’ ujarnya.
Menurut dia, cuaca ekstrem musim penghujan kali ini menjadi penyebab jalan berlubang. Apalagi di ruas jalan yang kerap tergenang. Akibatnya, umur ketahanan aspal berkurang hingga rusak. ‘’Demi keamanan dan keselamatan pengguna jalan, sudah kami antisipasi,’’ klaimnya.
Thariq menyebutkan, pemkot mengalokasikan anggaran Rp 200 juta per kecamatan untuk pemeliharaan jalan pada 2023 ini. Namun, khusus untuk menambal lubang yang telah masuk catatan, diperkirakan bakal menghabiskan anggaran sekitar Rp 70 juta.
‘’Sementara akan kami kerjakan jalan yang berlubang. Kalau ada kerusakan di titik lain, insya Allah anggaran masih cukup,’’ ungkapnya.
Dia menambahkan, pendataan jalan rusak tersebut murni catatan tim inspeksi jalan. Artinya, belum ada laporan dari masyarakat. Kendati begitu, pihaknya membuka aduan jika ditemukan jalan berlubang atau kerusakan lainnya. Pihaknya berjanji bakal segera melakukan perbaikan. ‘’Silakan lapor,’’ pungkasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto