Tak hanya itu, satker tersebut juga sedang merancang aplikasi layanan informasi edukasi pencegahan dan penanganan kebakaran (limpakar).
‘’Targetnya, (aplikasi) tahun ini selesai dikerjakan. Kalau aplikasi itu sudah jadi, nanti izin kegiatan edukasi tidak harus melalui surat menyurat, tapi juga bisa secara online,’’ kata Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Sunardi Nurchayo kemarin (5/3).
Sunardi menjelaskan, pembangunan aula dan peluncuran aplikasi itu juga atas pertimbangan tingginya permintaan masyarakat, khususnya instansi dan sekolah, mendapat edukasi terkait pencegahan dan penanganan kebakaran.
Di sisi lain, kata dia, sebanyak 45 relawan pemadam kebakaran (redkar) yang tersebar di seluruh kelurahan akan terus diberi pembinaan. ‘’Harus semakin terampil dan solid,’’ pungkasnya. (mg4/isd) Editor : Hengky Ristanto