Dia menyebutkan, program jemput bola oleh petugas imigrasi itu merupakan yang pertama. Sementara, biayanya Rp 350 ribu per paspor. ‘’Pengurusan hanya berlangsung satu hari. Seminggu sudah jadi paspornya,’’ tuturnya.
Kamami mengatakan, program itu ditujukan bagi CJH yang belum memiliki paspor serta paspor hilang dan kedaluwarsa. Namun, lanjut dia, dari 170 CJH yang masuk daftar pemberangkatan tahun ini mayoritas telah memiliki dokumen tersebut.
‘’Karena masuk CJH lunas tunda 2020 sampai 2022, sebagian besar sudah mengurus paspor di tahun-tahun itu,’’ ungkapnya.
Dia menambahkan, setelah paspor klir pihaknya bakal segera melakukan persiapan pembuatan visa biometrik. Pun, jika sebelumnya CJH harus mengurus ke Surabaya, kini bisa dilakukan di daerah. ‘’Targetnya, masalah paspor, visa biometrik, vaksin meningitis, dan tes kesehatan lainnya sudah klir sebelum Ramadan,’’ pungkasnya. (mg4/isd) Editor : Hengky Ristanto