Menurut dia, untuk seleksi tidak ada pembatasan kuota dari setiap sekolah. Pihaknya bekerja sama dengan Purna Paskibraka Indonesa (PPI) dan tim seleksi dari TNI AD. ‘’Seleksi awal kami gelar dua hari. Mulai pengukuran tinggi dan berat badan, kesehatan jasmani, dan peraturan baris berbaris (PBB),’’ ujarnya.
Dari 400 peserta akan disaring menjadi 150 peserta. Hasil seleksi awal 210 peserta dinyatakan lolos. Tahap berikutnya penilaian performa dan postur peserta. Di antaranya kesigapan (respek) dalam PBB. ‘’Kami pilih terbaik dari yang baik. Sehingga, nantinya akan mengerucut menjadi 76 peserta,’’ ungkapnya.
Terdiri dari 26 putri dan 50 putra. Selain disiapkan menjadi paskibra tingkat Kota Madiun, enam paskibra disiapkan untuk seleksi tingkat provinsi. Yakni, tiga putra dan tiga putri. ‘’Tahun ini situasinya sudah normal. Kami upayakan kualitas mereka lebih baik lagi,’’ janjinya.
Sehingga, pada saat pengibaran dan penurunan bendera merah putih pada 17 Agustus nanti lebih maksimal. Pun, PBB-nya lebih baik. ‘’Kami berharap anak-anak semakin disiplin dan maju. Sebab, kegiatan paskibra bermanfaat untuk masa depan mereka,’’ pungkasnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto