Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun Lismawati mengatakan, pihaknya berencana meminjampakaikan komputer jinjing itu ke siswa setelah distribusi ke masing-masing sekolah dipastikan tuntas seluruhnya. ‘’Insya Allah mulai besok (hari ini, Red) kami serahkan laptop ke siswa,’’ katanya kemarin (9/4).
Penyerahan laptop kepada siswa bakal dilaksanakan serentak. Kendati begitu, pihaknya memberi keleluasaan pihak sekolah untuk menyesuaikan rampungnya proses administrasi pinjam pakai laptop. Di antaranya, kesanggupan orang tua mengawasi dan menjaga laptop itu. ‘’Targetnya tiga hari harus diserahkan atau diterima siswa,’’ ujarnya.
Lismawati menyebutkan, ada 9.400 unit laptop yang ditebus pemkot. Perinciannya, 3.892 unit untuk 52 SD dan 5.508 untuk 14 SMP. Pun, seluruhnya telah didistribusikan ke masing-masing sekolah. ‘’Tinggal menyerahkan ke siswa. Yakni, untuk kelas IV dan V SD. Kemudian, untuk SMP kelas VII dan VIII,’’ sebutnya.
Lismawati menambahkan, laptop didistribusikan setelah pengecekan yang dilakukan tim Politeknik Negeri Madiun (PNM) selama 12 hari. Mulai, media penyimpanan data atau file, memori, dan sistem operasinya.
Dia mengklaim spesifikasi laptop cukup mumpuni. Selain menggunakan sistem operasi Google Chrome, juga memiliki memori 4 GB (gigabyte). Kemudian, monitor 11,6 inci. Lalu, daya baterai 45Wh Li-on battery.
Pengadaan laptop ini menyedot APBD 2023 sekitar Rp 48 miliar. Harga tersebut lebih miring dari pagu anggaran yang disediakan Rp 52 miliar. Harga per unit laptop di kisaran Rp 5 juta. ‘’Insya Allah seluruh proses administrasi selesai tanpa kendala. Kami berharap laptop segera dimanfaatkan siswa sebaik mungkin,’’ pungkasnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto