‘’Alhamdulillah pengerjaan fisik sudah selesai hari ini (12/4). Insya Allah besok proyek pengurukan kami proses ke unit pelayanan pengadaan (ULP),’’ kata Kabid Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun Budi Agung Wicaksono.
Agung menyebutkan, total 203 makam yang dibongkarpindahkan mulai 5 April lalu. Rekanan butuh waktu sekitar sepekan untuk menuntaskan pekerjaan tersebut. Progres itu lebih cepat dari target yang dipatok tuntas pertengahan April. ‘’Faktor cuaca dan tekstur tanah memudahkan pembongkaran makam,’’ ujarnya.
Progres positif ini, lanjut dia, berpengaruh pada progres proyek pengurukan. Bahkan, pihaknya bakal mengirimkan berkas paket proyek jasa konstruksi tersebut ke ULP hari ini (13/4). ‘’Semakin cepat semakin baik. Sengaja kami paralel antara proyek bongkar-pindah dan pengurukannya,’’ sebutnya.
Menurut Agung, proyek pengurukan bakal ditender pasca-Lebaran mendatang. Pun diharapkan segera ada pemenangnya paling lambat pertengahan Mei mendatang. Sehingga, pelaksanaan fisik dapat dimulai akhir Mei. ‘’Atau paling lambat awal Juni sudah mulai pengurukan,’’ sambungnya.
Lahan yang akan diuruk, lanjut Agung, berlokasi di sebelah utara dan selatan rusunawa III yang saat ini dalam proses pembangunan. Luas total sekitar 15.000 meter persegi. Perinciannya, sekitar 4.000-an meter di utara dan sisanya di selatan. Proyek jasa konstruksi itu bakal menelan anggaran sekitar Rp 450 juta. ‘’Sesuai rencana awal, pemindahan kami dahulukan yang sisi utara,’’ ujarnya. (ggi/sat) Editor : Hengky Ristanto